Rabu, 03 Desember 2014

Terbaru 2020 - Kisah Pemimpin Zalim Nazak 15 Hari

Berita Islam

Assalamu'alaikum wr wb.

Kisah Teladan Islami blog hadir kembali di sore yang hujan ini. Cerita ini bisa dijadikan peringatan buat para pemimpin dimana pun mereka berada dan memimpin bawahannya.

Salah satu pemimpin pada masa khalifah Bani Umayyah mengalami nazak atau sakaratul maut yang amat susah. Pemimpin zalim tersebut adalah Hajjaj bin Yusuf. Selama memimpin dia suka membunuh rakyatnya. Kisah ini pernah diceritakan oleh ulama kenamaan dari Indonesia.
Dialah ulama sejuta umat, KH Zainuddin MZ. Beliau menceritakan bahwa ketika kepala Said terpenggal, masih sempat membaca Al Qur'an, Subhanallah....

Bagaimana ceritanya ya.

Berikut Ceritanya

Pada suatu hari terdengar sebuah rintihan yang menyayat dari bilik kekhalifahan Bani Umayyah. Peristiwa itu terjadi pada masa akhir kepemimpinan khalifah Hajjaj bin Yusuf.
"Jangan...tolong aku. Said perkamu, pergi kamu!" teriak sebuah suara yang tak lain adalah suara Hajjaj bin Yusuf tersebut.
Sudah berhari-hari lamanya Hajjaj mengalami hal yang demikian.

Menurut para tabib spesialis, Hajjaj bin Yusuf dinyatakan positif terkena tumor di perutnya. Berkali-kali operasi dilakukan untuk mengangkat tumor tersebut, namun upaya itu selalu saja gagal. Akhirnya hingga 15 hari lamanya Hajjaj tersiksa dengan rasa sakit yang sangat menyiksa.




Setiap hari Hajjaj berteriak-teriak sambil mengeluhkan sakitnya. Banyak yang mengatakan, selama lima belas hari itu Hajjaj tidak dapat tidur karena selalu dihantui ketakutan. Banyak orang yang mensinyalir bahwa ketakutan itu diakibatkan karena perbuatannya kepada Said bin Jubair.

Hajjaj membunuh Said di atas tiang pancung.
Akibat dari perbuatannya itu, Hajjaj dihantui perasaan berdosa, hingga setiap hari dia dihantui halusinasi bahwa Said menarik-narik kakinya setiap dia akan memejamkan mata.

Hajjaj Dikenal Pemimpin Kejam

Bagaimana ya Hajjaj kok bisa terkurung dengan keadaan demikian, apa ada yang salah.
Hajjaj bin Yusuf adalah seorang khalifah Bani Umayyah yang terkenal sangat kejam. Karena itu pula ia dijuluki dengan As-Saffah (yang mengalirkan darah) karena seringnya dia membantai orang.

Selama dua puluh tahun dia menguasai berbagai kota di Iran dan Irak. Dengan jiwa yang tak memiliki belas kasihan, dia sudah membantai 12.000 orang yang tidak berdosa. Banyak di antara korban itu adalah para keturunan Ali bin Abi Thalib ataopun sahabat-sahabatnya seperti Kumail bin Ziyad, Said bin Jubair, dan budaknya, Qanbar.

Peperangan Siffin yang menghadapkan Mu'awiyyah dan Ali bin Abi Thalib sebagai musuh di medan perang, ternyata masih membenihkan kebencian di hati Hajjaj yang terbilang masih ada hubungan keluarga dengan Mu'awiyyah. Oleh karena itu, kebenciannya kepada Ali dan orang-orang yang dekat dengannya juga ikut membara.

Salah satu yang termasuk dekat dengan Ali adalah Said bin Jubair.
Singkat cerita, pada suatu saat, Said tertangkap dan dihadapkan kepada Hajjaj bin Yusuf.




"Siapakah namamu?" tanya Hajjaj.
Said menjawab, "Said bin Jubair (orang yang bahagia, anak yang kuat)."
"Tidak, engkau adalah Syaqiy bin Kasir (orang yang sengsara, anak yang hancur), "kata Hajjaj.
"Ibukulah yang lebih tahu maksud dia memberi namaku seperti itu daripada kamu," sahud Said.
"Duniamu akan aku ganti dengan kobaran api. Said, pilihlah cara apa aku harus menghabisi nyawamu," kata Hajjaj lagi.
"Wahai Al Hajjaj, pilihlah sendiri sesuai dengan keinginanmu. Demi Allah, cara apapun yang hendak engkau lakukan untuk menghabisi nyawaku, maka cara seperti itulah yang akan engkau hadapi saat kematianmu kelak," balas Said.

Penyakit Tumor di Perut

Akhirnya dengan penuh rasa amarah, Hajjaj memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Said. Hajjaj meminta agar Said ditelentangkan di atas permadani lalu berkata, "Bunuhlah dia".

Said terus menerus membaca ayat Al Qur'an surat Al-An'am ayat 79 sebagai berikut:

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ


Artinya:
"Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah Termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan."

Kemudian kepala Said dipenggal di atas hamparan permadani. Pada saat itu pula Hajjaj yang berada di sampingnya untuk melihat, terkena cipratan darah Said dan Hajjaj melompat dengan seketika. Sejak saat itu, kepala Said terlepas dari badannya dan wajahnya selalu terbayang-bayang di benak Hajjaj.

Akhirnya sejak saat itu, Hajjaj selalu dihantui ketakutan dan keesokan harinya Hajjaj sakit dan divonis ahli tabib menderita tumor perut. Ternyata doa Said dikabulkan oleh Allah SWT. Mulai sejak itu hingga sampai dia meninggal 15 hari kemudian, tak seorangpun sempat dibunuh lagi oleh Hajjaj.

Demikian kisah pemimpin zalim pasti akan dibalas Allah SWT di dunia dan di akhirat kelak.

Wassalamu'alaikum wr wb.

Senin, 17 November 2014

Terbaru 2020 - Detik-Detik Terakhir Wafatnya Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani

Berita Islam

Assalamu'alaikum wr. wb.

Hadir kembali Blog Kisah Teladan Islami di sore hari ini dengan mengangkat judul Kisah Wafatnya Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani. Pada waktu Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani merasakan sakaratul maut, jasadnya juga merasakan sakit. Akan tetapi tidak dengan hatinya. Saat itu hatinya benar-benar merasa sangat dekat dengan Allah SWT.

Berikut Kisahnya

Syeikh Abgul Qadir Al-Jailani merupakan salah seorang ulama Ahlussunnah yang berasal dari Negeri Jailan. Kepada negeri inilah beliau dinasabkan sehingga disebut "Al-Jailani" yang artinya seorang yang berasal dari Negeri Jailan. Ia lahir pada hari Rabu, Bulan Ramadan 470 H atau 1077 M.

Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani kemudian tumbuh menjadi seorang ulama sufi yang kemasyurannya setingkat dunia. Ia memiliki pribadi yang teguh dalam berprinsip, sang pencari sejati, dan penyuara kebenaran kepada siapa saja dan dengan resiko apapun.

Usianya dihabiskan untuk menekuni jalan tasawuf, hingga ia mengalami pengalaman spiritual dahsyat yang mempengaruhi keseluruhan hidupnya. Dalam belasan karya orisinilnya, dapat dijumpai jejak Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani.



Pertanyaan Sang Anak

Selain banyak mewarisi karya tulis, Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani meninggalkan beberapa nasehat menjelang kewafatannya. Akhir hayat Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani didahului dengan kondisi kesehatannya yang terus menurun. Kala itu putra-putranya menghampiri dan mengajukan sejumlah pertanyaan.

"Berilah aku wasit wahai ayahku. Apa yang harus aku kerjakan sepeninggal ayah nanti?" tanya putra sulungnya Abdul Wahab.
"Engkau harus senantiasa bertakwa kepada Allah. Janganlah takut kepada siapapun kecuai kepada Allah. Setiap kebutuhan, mintalah kepadaNya. Jangan berpegang selain kepada tali-Nya. Carilah segalanya dari Allah," jawab sang ayah yang saat itu tengah menghadapi sakaratul maut.

"Aku diumpamalan seperti batang tanpa kulit. Menjauhlah kalian dari sisiku sebab yang bersamamu itu hanyalah tubuh lahiriah saja, sementara selain kalian, aku bersama batinku," sambung Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani.




Hatinya Dekat dengan Allah SWT

Sementara itu, putranya yang lain yang bernama Abdul Aziz terlihat akan bertanya kepada ayahnya, namun belum sempat berucap, Syeikh Abdul Qadir Aljailani langsung menyahut,
"Jangan bertanya tentang apapun dan siapapun kepadaku. Aku sedang kembali dalam ilmu Allah."

Tak lama berselang, putranya yang lain yang bernama Abdul Jabar, bertanya,
"Apakah yang dapat ayahanda rasakan dari tubuh ayahanda?"
Syeikh Abdul Qadir menjawab,
"Seluruh anggota tubuhku terasa sakit, kecuali hatiku. Bagaimana ia dapat sakit, sedangkan ia benar-benar bersama Allah."

Kemudian Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani menyambung lagi.
"Mintalah tolong kepada Tuhan yang tiada Tuhan selain Dia. Dialah Dzat yang Hidup, tidak akan mati, tidak pernah takut karena kehilangan."

Akhirnya kematian pun segera menghampiri Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani. Beliau menghembuskan nafas terakhir di Baghdad setelah maghrib tanggal 9 Rabiul Awal 561 H atau 15 Januari 1166 M. Sang Syeikh meninggal dala usia 89 tahun.

Demikian kisah detik-detik terakhir meninggal Sang Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Kamis, 06 November 2014

Terbaru 2020 - Hadiah Iblis Bagi Setan yang Berhasil Menggoda Manusia

Berita Islam

Assalamu'alaikum wr.wb.

Pada kisah sebelumnya telah diceritakan tentang Cara Iblis Menghukum Setan yang gagal dalam menggoda manusia. Selanjutnya sebagai kelanjutannya adalah apa saja hadiah buat para setang yang telah berhasil dengan sukses menggoda manusia.


Dalam Kitab Thanbihul Ghafilin dikisahkan bahwa apabila setan-setan itu sukses membuat manusia enggan melaksanakan shalat, maka setan itu akan menerima pujian dan dimuliakan di hadapan iblis.

Shalat adalah ibadah paling menentukan posisi seorang hamba di akhirat kelak. Jika shalatnya baik, maka baiklah nilai amal yang lain. Dan begitu juga dengan sebaliknya. Wajar jika iblis menugaskan tentara khususnya untuk menggarap tugas ini.




Ada setan spesialis yang mengganggu orang shalat, menempuh segala cara agar shalat seorang hamba kosong dari nilai atau minimal rendah kualitasnya. Stan itu bernama "Khanzab".




Utsman bin Affan pernah bertanya kepada Raulullah SAW,
"Wahai Rasulullah, setan telah mengganggu shalat dan bacaanku."
Rasulullah SAW bersabda,
"Itulah setan Khanzab, jika engkau merasakan kehadirannya, maka bacalah ta'awud kepada Allah dan meludah kecillah ke arah kri tiga kali."
(HR. Ahmad).

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Minggu, 02 November 2014

Terbaru 2020 - Cara Umar bin Khattab Mencari Menantu

Berita Islam

Assalamu'alaikum wr wb.
Kisah Teladan Islami hadir kembali menyapa sahabat semuanya dan sore yang panas ini mengambil judul "Cara Umar bin Khattab Mencari Menantu". Menarik dan cocok dibaca oleh semua kalangan terutama mereka yang saat ini sedang mencarikan pendamping untuk anaknya agar mendapatkan menantu yang soleh dan solehah.

Sudah menjadi kebiasaan Khalifah Umar bin Khattab belusukan hingga ke daerah-daerah untuk melihat secara langsung apa kegiatan warganya sehingga mengetahui apa saja yang kurang dalam dia memimpin. Gaya seperti inilah yang dilakukan juga oleh Presiden Indonesia, Bapak Jokowi.

Umar bin Khattab belusukan kesana kemari bukan saja mendengar langsung apa yang diinginkan rakyatnya saja, dari aktivitasnya itu pula ia akhirnya mendapatkan menantu yang baik. Bagaimana kisahnya.

Berikut Kisahnya

Khalifah Umar bin Khattab ra adalah khulafaurrasyidin setelah Khalifah Abu Bakar ra. Dalam menjalankan kepemimpinannya, Umar bin Khattab banyak melakukan blusukan. Ia terjun langsung ke masyarakat yang dipimpinnya untuk mengetahui apa saja yang dikehendaki rakyatnya.




Dikisahkan dalam kitab Hikayatu Islamiyyah Qabla an-Naum karya Najwa Husain Abdul Aziz, pada suatu malam khalifah Umar bin Khattab melakukan blusukan dengan ditemani ajudannya. Di tengah-tengah blusukannya itu, Umar pun merasakan lelah sehingga memutuskan untuk beistirahat di sebuah tempat.

Dialog Ibu dan Anak

Pada saat khalifah dan ajudannya tengah beistirahat, mereka tidak sengaja mendengar percakapan antara ibu dan anak gadisnya.
"Wahai anakku, campurkanlah susu yang kamu perah tadi dengan sedikit air," perintah seorang ibu.
Sang gadis merasa heran dengan perintah itu karena baru kali ini ibunya melakukan hal ini.

Dengan kata-kata yang sangat sopan, si gadis mencoba untuk menolak permintaan ibunya.
"Maat ibu, apakah ibu tidak pernah mendengar perintah Amirul Mukminin Umar bin Khattab untuk tidak menjual susu yang dicampur dengan air?" ujar sang gadis.
"Iya, ibu juga pernah mendengar perintah tersebut," jawab si ibu.

Kemudian ibunya berkilah,
"Tetapi, mana ada khalifah sekarang? Apakah dia melihat kita? Ayolah anakku, laksanakanlah perintah ibumu ini, ini juga hanya mencampur sedikit air saja kok."

Dapat Menantu Salehah

Sang gadis kali ini terdiam saja. Ia masih belum tahu jalan pikiran ibunya yang dengan rela hati menyuruhnya melakukan kebatilan demi meraup keuntungan. Akan tetapi beberapa saat kemudian sang anak gadis mulai bekata-kata lagi.




Sang gadis berkata,
"Dia (khalifah) memang tidak melihat kita, akan tetapi Rabb-nya melihat kita dan demi Allah saya tidak akan melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah dan melanggar seruan Khalifah Umar bin Khattab untuk selama-lamanya."

Setelah mendengar percakapan gadis dengan ibunya tersebut, Umar dan ajudannya langsung pulag ke rumah.

Sesampainya di rumah, Umar bin Khattab bercerita tentang pengalaman blusukan tadi malam dan meminta putranya, 'Ashim bin Umar untuk menikahi gadis yang sakehah tersebut. Ia ingin menjadikan gadis salehah tersebut sebagai menantunya.

Kelak Cicitnya Menjadi Khalifah ke 5

Maka menikahlah 'Ashim bin Umar dengan gadis pilihan ayahnya. Dari pernikahan, Umar dikarunia cucu perempuan yang bernama Laila atau yang biasa disebut dengan Ummu Ashim. Dan dari Ummu Ashim inilah lahir seorang pemimpin yang hebat dan terkenal yang bernama Umar bin Abdul Aziz. Seorang khalifah kelima yang sangat adil, zuhud dan bijaksana.

Demikian kisah "Cara Umar bin Khattab mencari Menantu" dan sedikit asal usul Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Semoga ada manfaatnya buat kalian semua.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Senin, 20 Oktober 2014

Terbaru 2020 - Kisah Malaikat Izrail Mencabut Nyawanya Sendiri

Berita Islam

Assalamu'alaikum wr. wb sahabat..

Pada pagi hari ini ingin berkisah tentang malaikat, seorang malaikat disuruh Allah SWT untuk mencabut nyawanya sendiri.
Bagaimanakah rasanya jika si pencabut nyawa mencabut nyawanya sendiri?
Kenapa tidak dicabut oleh malaikat Izrail? ya karena yang dicabut nyawanya adalah ya malaikat izrail itu sendiri. Karena begitu taatnya malaikat kepada Allah SWT, maka dicabut jualah nyawanya sendiri itu.
Bagaimana Kisahnya...

Malaikat

KISAHNYA.
Adalah Malaikat Izrail yang telah diberi tugas oleh Allah SWT sebagai malaikat pencabut nyawa. Kelak pada saat Malaikat Israfil yang bertugas meniup terompet sangkakala, maka nanti kiamat akan terjadi. Saat itu semua yang hidup akan mati.

Hari itu kiamat telah tiba, dan sang sangkakala pun ditiuplah sebanyak tiga kali.
  • Tiupan pertama untuk menakuti siapa saja yang hidup.
  • Tiupan kedua untuk mematikan segala makhluk yang ada di bumi.
  • Tiupan ketiga untuk membangkitkan segala yang mati.




Nah, pada saat sangkakala ditiup oleh malikat Israfil, maka matilah semua makhluk, kecuali:
1. Malaikat Jibril.
2. Malaikat Izrail.
3. Malaikat Israfil.
4. Hamalatul Arsy.

Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada Malaikat Izrail untuk mencabut roh-roh semua malaikat-malaikat di atas. Dan malaikat Izrail melaksanakan perintah Allah SWT tersebut.

Malaikat IZRAIL Menjerit dengan Keras.
Setelah ketiga malaikat tadi sudah dicabut, giliran Malaikat Izrail, hanya ada Allah SWT dan malaikat Izrail saja setelah itu.

Allah SWT berfirman,
"Hai Malakulmaut (malaikat izrail), tidakkah kamu mendengar FirmanKu, Kullu Nafsin Dza'iqatul maut, tidakkah engkau tahu setiap yang bernyawa itu akan merasakan mati."



Allah SWT berfirman lagi,
"Aku jadikan engkau untuk tugas itu dan engkau juga harus mati."

Dalam riwayat lain diceritakan bahwa ketika Allah SWT memerintahkan Malaikat Izrail untuk mencabut nyawanya sendiri. Maka pergilah Malaikat Izrail ke sebuah tempat antara surga dan neraka. DI tempat itulah Malaikat Izrail mencabut rohnya sendiri.

Saat rohnya dicabut, maka menjeritlah Malaikat Izrail dengan sangat keras, bahkan dengan jeritannya itu bila masih ada makhluk yang hidup, maka dia akan binasa, karena jeritannya super dahsyat.

Malaikat Izrail berkata,
"Kalaulah aku tahu bagaimana sakitnya saat roh dicabut, maka aku sudah barang tentu akan mencabut roh orang-orang mukmin dengan cara yang paling lembut sekali."

Setelah Malaikat Izrail mati, maka tinggal Allah SWT sajalah yang Maha Berdiri, Maha Esa, Maha Berkuasa, Maha dan Maha lainnya.

Manusia Dibangkitakan.
Nah, setelah hanya Allah SWT saja yang jumeneng, maka Allah SWT kemudian menghidupkan Malaikat Israfil dan Hamalatul Arsy. Allah SWT memerintahkan Malaikat Israfil untuk meletakkan terompet sangkakala di mulutnya, menunggu perintah Yang Maha Kuasa selanjutnya (belum ditiup).
Kemudian malaikat ketiga yang dihidupkan Allah SWT adalah Malaikat Jibril, dan yang keempat Malaikat Mikail. Dan setelah Malaikat Jibril dan Mikail dihidupkan

Allah SWT memerintahkan Malaikat Jibril dan Malaikat Mikail untuk pergi ke makam Rasulullah SAW dengan membawa perhiasan-perhiasan dari surga dengan mengendarai BUROQ (Sejenis hewan tunggangan Rasulullah SAW pada saat Isra' Mi'raj).
Kemudian Allah SWT menghidupkan Nabi Muhammad SAW, barulah kemudian semua manusia dihidupkan.

Semua manusia keluar dari dalam perut bumi dalam keadaan telanjang bulat, berjalan menuju Tuhan mereka. Kemudian mereka (manusia) berhenti di suatu tempat selama 70 tahun dan Allah SWT membiarkan mereka. Hanya isak tangis, banjir air mata hingga sampai mulut manusia itu sendiri.
(Riwayat Abu Hurairah ra).

Tambahan:
Aku merasa, beruntunglah kita umat Nabi Muhammad SAW karena Beliau telah membocorkan rahasia ini kepada umatnya. Dan ucapan Rasulullah SAW adalah selalu benar kan. Ayo persiapkan diri kita sendiri masing-masing, aku ulangi masing-masing, karena tiada penolong di pemberhentian 70 tahun itu selain amal ibadah kita selama hidup di dunia ini.)

Rabu, 15 Oktober 2014

Terbaru 2020 - Sayap Malaikat Dipatahkan dan Diasingkan di Bumi

Berita Islam

Assalamu'alaikum wr. wb.

Selamat sore para pwmbaca sekalian. Sudah sebulan waktunya blog Kisah Teladan Islami ini untuk menambah jumlah postingan. Dan kali ini berjudul Sayap Malaikat Dipatahkan dan diasingkan di bumi karena kelalaiannya untuk tidak berdiri menyambut kedatangan kekasih Allah SWT.

Ketika Rasulullah SAW melakukan perjalanan Isra. Mi'raj ke Sidratul Muntaha, terdapat satu malaikat yang enggan menghormati kedatangan Rasulullah SAW. Akibatnya ia dihukum, kedua sayapnya dipatahkan dan diasingkan di atas gunung. Seru dan menarik penuh hikmah untuk disimak ceritanya.

Kisahnya

Di dalam KitabMukasyafatul Qulub kaya Hujjatul Islam Al Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammas dikisahkan tentang hukuman malaikat yang terbukti enggan menghormati kedatangan Rasulullah SAW.

Ketika itu tengah terjadi peristiwa Isar Mi'raj atau perjalanan Rasulullah SAW menuju Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat. Di saat itu Rasulullah SAW melintasi langit, terdapat 70 ribu malaikat di langit yang berbaris dan melayaninya. Mereka begitu hormat atas kedatangan Rasulullah SAW. Akan tetapi, ada satu malaikat yang enggan memberi hormat. Malaikat itu bahkan tidak berdiri saat Rasulullah SAW melintasi langit.

Maka Allah SWT kemudian menghukum malaikat tersebut dengan mematahkan kedua sayapnya. Tidak hanya itu saja, malaikat nakal itu juga diasingkan di bumi dan ditempatkan di atas sebuah gunung yang tinggi. Di tempat itu malaikat yang satu ini hanya bisa menangis dan menyesali perbuatannya.

Diasaingkan di Atas Gunung

Keberadaan malaikat yang dihukum tersebut diketahui oleh Rasulullah SAW saat mendapatkan laporan dari Malaikat Jibril as. Kepada beliau, Malaikat Jibril berkata,
"Ya Rasulullah SAW, aku telah melihat ada seorang malaikat langit berada di atas singgasananya. Di sekitarnya terdapat 70.000 malaikat berbaris melayaninya. Pada setiap hembusan nafasnya, Allah SWT menciptakan darinya seorang malaikat. Dan sekarang ini kulihat malaikat itu berada di atas Gunung Qaaf dengan sayapnya yang patah dan sedang menangis."




Malaikat Jibril lantas mengatakan bahwa suatu hari malaikat yang malang itu melihat kehadiran Malaikat Jibril. Sambil menangis, malaikat itu meminta pertolongan.
"Adakah engkau mau menolongku wahai Jibril?" tanya malaikat malang tersebut.
"Apa salahmu?" tanya Malaikat Jibril.
"Ketika aku berada di atas singgasana pada malan Israk Mikraj, lewatlah padaku Muhammad, kekasih Allah SWT. Lalu aku tidak berdiri menyambutnya dan Allah menghukumku dengan hukuman ini, serta menempatkanku di sini seperti yang engkau lihat," jelas malaikat malang itu yang terus menerus menangis dan menyesali perbuatannya.

Mendapat Ampunan Allah SWT

Setelah menangkap penjelasan itu, Malaikat Jibril pun mencoba untuk memberikan pertolongan dengan merendahkan diri di hadapan Allah SWT. Maka Allah SWT berfirman,
"Hai Jibril, katakanlah agar dia membaca shalawat atas kekasihKu, Muhammad SAW."

Kemudian Malaikat Jibril menyampaikah hal itu kepada malaikat malang tersebut agar membaca shalawat kepada Rasulullah SAW. Sesuai dengan perintah Jibril, malaikat malang tersebut langsung membaca shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW hingga akhirnya Allah SWT memberikan ampunan kepadanya.

Allah SWT kemudian menumbuhkan kembali kedua sayapnya serta menempatkannya kembali di atas singgasananya.

Sebagai orang muslim, sudah seharusnya kita memperbanyak shalawat kepada Baginda Rasulullah SAW. Selain sebagai bukti cinta kita kepada beliau, bacaan shalawat juga bernilai pahala serta memiliki banyak sekali keutamaan.




Bahkan dalam Al Qur'an, Allah SWT telah memerintahkan agar kita senantiasa membaca shalawat.

Allah SWT berfirman,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya:
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi[1229]. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya[1230]."

Penjelasan:
[1229] Bershalawat artinya: kalau dari Allah berarti memberi rahmat: dari Malaikat berarti memintakan ampunan dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan perkataan:Allahuma shalli ala Muhammad.
[1230] Dengan mengucapkan Perkataan seperti:Assalamu'alaika ayyuhan Nabi artinya: semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi.

Itulah Kisah Malaikat di Kisah Telada Islami ini.
Semoga bermanfaat bagi semuanya.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

Senin, 15 September 2014

Terbaru 2020 - Suka Duka Malaikat Maut saat Mencabut Nyawa

Berita Islam

Assalamu'alaikum wr. wb.

Jumpa lagi dengan blog kesayangan kita ini dan pada kali ini bercerita mengenai kisah malaikat yang berjudul "Suka Duka Malaikat Maut Saat Mencabut Nyawa" seorang manusia. Ada kalanya Malaikat Izrail menangis, atau tertawa namun juga ada terkadang takjub, terkejut dengan lokasi pemandangan insan yang akan dicabut nyawanya tersebut.
Bagaimana kisahnya...

Berikut Kisahnya


Allah SWT pernah bertanya kepada Malaikat Maut,
"Apakah kamu pernah menangis ketika kamu mencabut nyawa anak cucu Adam?"
Maka malaikat pun menjawab,
"Aku pernah tertawa, pernah juga menangis, dan pernah juga terkejut dan kaget."
"Apa yang membuatmu tertawa?"
"Ketika aku bersiap-siap untuk mencabut nyawa seseorang, aku melihatnya berkata kepada pembuat sepatu, Buatlah sepatu sebaik mungkin supaya bisa dipakai selama setahun."
"Aku tertawa karena belum sempat orang tersebut memakai sepatu, dia sudah kucabut nyawanya."




Allah SWT bertanya, "Apa yang membuatmu menangis?"
Maka malaikat menjawab,
"Aku menangis ketika hendak mencabut nyawa seorang wanita hamil di tengah padang pasir yang tandus, dan hendak melahirkan. Maka aku menunggunya sampai bayinya lahir di gurun tersebut. Lantas kucabut nyawa wanita itu sambil menangis karena mendengar tangisan bayi tersebut yang tak seorangpun mengetahui hal itu."

"Lalu apa yang membuatmu terkejut dan kaget?"
Malaikat menjawab,
"Aku terkejut dan kaget ketika hendak mencabut nyawa salah seorang ulama Engkau. Aku melihat cahaya terang benderang keluar dari kamarnya. Setiap kali aku mendekati cahaya itu, semakin menyilaukanku seolah ingin mengusirku. Lalu aku cabut nyawanya disertai cahaya tersebut."

Allah SWT bertanya lagi,
"Apakah kamu tahu siapa lelaki itu?"
"Tidak tahu, ya Allah."
"Sesungguhnya lelaki itu adalah bayi dari ibu yang kau cabut nyawanya di gurun pasir gersang itu. Akulah yang menjaganya dan tidak membiarkannya."

Itulah kisah Malaikat Pencabut Nyawa yang dengan jujur mengatakan kepada kita semuanya melalui kitan Tadzkirah sebuah karya karangan Imam al-Qurthubi.

Wassalamu'alaikum wr wb