Minggu, 03 April 2016

Terbaru 2020 - Sepotong Keju Penyebab Lupa

Berita Islam

Ini kisah berdasarkan kitab dimana pada zama dahulu, ada seseorang yang bernama Abu Yazid Albustomi yang memang sejak kecil merupakan orang yang suka berbuat kebajikan. Beliau merupakan salah satu ulama sufi yang diakui akan ketinggian ilmu tasawufnya sehingga banyak yang berguru kepadanya.

Sejak kecil berbuat baik dan orangtuanya pun juga selalui menjaga diri untuk tidak makan kecuali dengan yang halal. Sejak dalam kandungan hingga disapi dari air susu ibunya, beliau tidak pernah berkenalan dengan barang yang subhat.

Namun ketika menginjak remaja, ia merasakan bahwa dirinya sudah mulai banyak lupanya. Terutama jika mendengarkan sesuatu hal yang mengandung kebenaran.

Dari situ, ia pergilah kepada ibunya untuk menanyakan sesuatu.

"Wahai ibu, apakah ibu ingat pernah memakan sesuatu yang haram atau subhat ketika mengandung atau menyusui aku? Karena jika aku mendengar kebaikan, aku mudah lupa," tanya Abu Yazid.


Ibu Meminta Maaaf


Akhirnya ibunya bercerita terus terang mengenai kejadian yang pernah dialaminya ketika mengandungnya dahulu.

"Anakku, pada suatu hari, ketika sedang mengandung atau menyusuimu, aku melihat sepotong keju tergeletak di tempat si fulan. Saat itu aku sedang mengidam dan benar-benar menginginkan keju itu. Lalu aku ambil secuil keju dan kumakan tanpa sepengetahuan pemiliknya," jelas ibunya.




Mendengar penjelasan ibunya, tanpa pikir panjang lagi, Abu Yazid langsung mengunjungi pemilik keju tersebut dan ia menceritakan tentang kekhilafan ibunya saat mengandung dirinya.

Kepada pemilik keju tersebut, Abu Yazid merengek untuk meminta maaf.





"Wahai Fulan, dahulu ketika mengandung, ibuku telah memakan secuil kejumu. Sekarang aku mohon agar engkau sudi memaafkannya atau tetapkan harga secuil keju tersebut dan aku akan membayarnya, "kata Abu Yazid.

"Ibumu telah aku maafkan dan apa yang telah ia mkan telah aku halalkan," kata pemilik keju tersebut.

Akhirnya di kemudian hari, Abu Yazid sudah tidak lupa lagi ketika mendengar suatu kebaikan.

Rabu, 09 Maret 2016

Terbaru 2020 - Belum Lunasi Hutang, Jasad Dihimpit Bumi

Berita Islam

Jangan pernah sekalipun meremehkan yang namanya hutang, karena hutang kalau belum terbayar, sampai mati pun masih tetap dianggap sedang berhutang.

Dikisahkan oleh Sayyid Ali, seorang ulama di zamannya. Beliau merupakan putra dari seorang ulama besar, seorang ahli fiqih yakni Al Amir Sayuid Hasan bin Al Amir Sayyid Muhammad.

Pada suatu hari, Saayid Ali yang tinggal di Iran, menimba ilmu, telah mendengar kabar berita duka. Ayahnya telah meninggal dunia sehingga ia meminta izin untuk mengurus jenazah ayahnya.


Tujuh bulan kemudian, giliran ibunya yang meninggal dunia dan di makamkan di daerah Najef, Irak.

Tak lama kemudian, Sayyid Ali bermimpi bertemu ayahnya. Dalam mimpimya, ia melihat seolah-olah sedang duduk di rumah dan ayahnya masuk sembari mengucapkan salam.

Sang ayahnya kemudin duduk din hadapannya sambil menyapanya dengan lemah lemubut.





Utang Tak Tercatat


Sayyid Ali sadar benar bahwa ayahnya sudah meninggal dunia. Ia pun bertanya kepada ayahnya,
"Ayah, bukankah ayah telah meninggal?"
Kemudian Syayyid Ali bertanya tentang keadaannya.

Ayahnya menjawab,
"Dahulu kuburku kesempitan, dan sekarang alhamdulillah dalam keadaan yang baik, kesempitan dan himpitan itu menghilang dariku."

Sayyid Ali heran dengan kejadian itu, dan dengan heran, ia bertanya lagi.
"Ayah dalam kesempitan?"
Ayahnya menjawab,
"Ya,arena Haji Ridha bin A'a Babasy Syahir menagihku, dan itu yang menyebabkan buruk keadaanku."

Sayyid Ali bertambah heran, lalu ia terbangun dari tidurnya dalam keadaan takut dan heran. Kemudian ia menginkan surat kepada saudara ayahnya tentang wasiat ayahnya dalam mimpi.

Dalam surat tersebut, Sayyid Ali bertanya apakah ayahnya dahulu memiliki hutang kepada orang tersebut atau tidak. Dan saudaranya menjawab dengan balasan surat juga.

Dalam surat balasannya, saudaranya mengatakan bahwa ia sudah memeriksa buku harian ayah, namun ia tak menemukan nama dari orang tersebut.

Sayyid Ali masih belum puas dengan jawaban saudaranya tersebut. Ia kemudian mengirim surat lagi untuk yang kedua kalinya yang isinya agar saudaranya menanykan langsung kepada orang yang bersangkutan.





Akhirnya di Ikhlaskan


Kemudian saudaranya membalas surat lagi.
"Setelah aku tanya kepada orang tersebut, ternyata memang benar ayah pernah berhutang kepadanya."
"Ya ayahmu pernah punya hutang kepadaku sebesar 18 tuman (mata uang Iran), dan tak ada yang mengethaui selain kami dan Allah SWT saja."

Setelah ayahmu wafat, aku pernah bertanya kepadamu, apakah namaku ada dalam daftar buku harian ayahmu, kamu menjawabnya tidak ada. Aku kecewa dan hatiku terasa sesak karena pernah meminjamkan uang tanpa ada bukti di secarik kertas dan aku yakin ia tidak mencatat namaku dalam buku hariannya.

Kemudian aku pulang dengan hati yang kecewa.

Kemudian saudaranya tersebut menceritakan kepada Haji Ridha tentang mimpi yang dialami oleh Sayyid Ali. Kemudian orang tersebut berkata,
"Karena berita ini dari saudaramu, sekarang hutangnya aku relakan dan aku ikhlaskan."

Waalahu A'lam...

Senin, 01 Februari 2016

Terbaru 2020 - Kisah Raja Zalim Mati Sebelum Bertobat

Berita Islam

Kematian adalah rahasia Ilahi, jika sudah waktunya tiba, tak ada seorang pun yang dapat mencegahnya atau menundanya. Tak seorang pun bisa memajukan ataupun mengundurkan kematian sekalipun nabi dan rasul kecuali atas kehendak Allah SWT.

Banyak juga yang kelihatannya di pagi harinya sehat wal afiat bercenkerama dengan teman-temannya, namun ketika mmenjelang siang, nyawa sudah berpisah dari badannya.

Ada pula yang sedang beraktivitas, di tempat parkir, bekerja, di jalan, tidur maupun tengah shalat. Tak disangka malaikat maut datang dan mencabut nyawanya.

Hal ini seperti kisah di bawah ini.

Dahulu kala ada seorang raja yang zalim dan ia meninggal sebelum sempat melakukan tobat dari kesombongan dan kezalimannya. Bagaimana kisahnya.


Berikut Kisahnya


Dalam kitab Dzikir Al-Maut wa ma Ba'dahu, Ihya' Ulumuddin buah karya Imam Al Ghazali dikisahkan bahwa ada raja yang sombong dan hanya memandang orang lain dengan sebelah mata saja.

Pemimpin itu begitu zalim kepada rakyatnya hingga malaikat maut mencabut nyawanya.

Raja itu merasa hanya dirinyalah yang paling berkuasa dan tidak ingin ada orang lain yang duduk di singgasananya. Ia selalu bertendak semena-mena dan ia akan menghukum bagi siapa saja yang berusaha melawannya.

Raja itu benar-benar melupakan bahwa kalau dunia ini tidaklah abadi, termasuk dirinya dan kerajaannya. Harta benda serta kekuasaannya telah menutupi hatinya dari cahaya Ilahi.




Teguran Malaikat


Pada suatu ketika raja dikawal banyak sekali prajurit untuk mengunjungi daerah kekuasaannya. Dengan penuh kesombongan ia memulai perjalanannya dengan menunggangi kuda yang terbaik.

Tiba-tiba di tengah perjalanan pada malam hari, perjalanannya terhenti. Entah bagaimana mulanya, yang jelas, raja didatangi oleh seseorang dengan penampilan yang kusut dan kumal.

Orang tersebut mengucapkan salam kepda sang raja, namun sang raja tidak menjawabnya. Merasa terhina, orang tersebut kemudian merampas tali kekang kuda sang raja.

"Lepaskan ! Kamu telah melakukan kesalahan yang besar, "ujar raja dengan murka.
"Aku ada satu permintaan kepada Anda, "jawab orang itu.
"Sabarlah tunggu sampai kudaku berhenti dulu, "kata raja.
"Tidak, sekarang juga, "kata orang itu sambil memegang kekang kuda agar berhenti.
"Ayolah, katakan padaku apa keperluanmu, "kata raja.
"Ini rahasia, tak boleh seorang pun mendengarnya, "kata orang itu.

Maka sang raja mendekatkan kepalanya ke orang itu dan orang tersebut berkata,
"Aku adalah malaikat maut."




Permintaan Terakhir


Mendengar hal terrsebut, seketika wajah raja pucat pasi ketakutan. Lidahnya kelu tak dapat berbicara. Dengan gemetar raja berkata,
"Berilah aku tenggang waktu sampai aku kembali kepada keluargaku untuk mengucapkan selamat tinggal dan menyelesaikan semua urusanku,"

Sang Malaikat Maut itu berkata,
"Demi Allah, tidak bisa! Kamu sudah tidak sempat lagi melihat keluargamu, hartamu, dan kerajaanmu."

Setelah berkata demikian, malaikat maut langsung mencabut nyawa sang raja. Seketika itu juga sang raja jatuh tersungkur dari kudanya laksana seonggok kayu kering.

Sang raja telah meninggal dunia sebelum sempat bertobat. Ia mati dengan segala kesombongan dan kezaliman yang dilakukan terhadap rakyat-rakyatnya.

Minggu, 24 Januari 2016

Terbaru 2020 - Iblis dan Setan Tak Mau Disalahkan

Berita Islam

Iblis pada hari penghitungan amal nanti, akan banyak memiliki pengikut. Merekalah para manusia yang terpedaya oleh bujuk rayu iblis yang harus masuk neraka.

Para pengikutnya begitu panik serta kecewa, ternyata mereka hanya ditipu saja oleh iblis. Para pengikutnya mencoba untuk mendatangi iblis, tapi malah iblis berkelit.

Di dalam suatu riwayat, kelak pada hari penghitungan amal, para malaikat mengumpulkan semua makhluk Allah SWT, tak terkecuali si Iblis terlaknat.
Setelah itu, terdengarlah suara yang menyeru,
"Mana Iblis terkutuk? "kata suara itu.




Tak berapa lama pun iblis sudah ada di depan. Iblis seakan sudah mengerti maksud pemanggilannya, dan ia pun berkata,
"Wahai Hakim Yang Maha Adil, datangkanlah para pengikut-pengikutku, "kata iblis.

Pada waktu para pengikut iblis terjepit, kemudian keluarlah seekor ular yang panjang. Ular tersebut mengumpulkan mereka semuanya, lalu menggiringnya ke neraka.

Semua orang panik memikirkan nasibnya sendiri-sendiri. Semuanya ingin membebaskan dirinya dari nasib buruk yang menimpanya.

Dan karenanya, mereka mencari iblis yang mengajak mereka ke jalan yang salah. Mereka menghujat iblis dan menuntut agar mau bertanggung jawab atas nasib mereka.




Tak Mau Disalhakan


Namun iblis dan setan tak mau disalahkan. Seperti sudah kita ketahui bersama, tugas iblis adalah untuk mempengaruhi dan mengajak manusia ke jalan yang sesat.

Bagi mereka yang mau mengikutinya, maka iblis tak mau bertanggungjawab sama sekali.




Bagi iblis dan setan, mempengaruhi manusia merupakan perwujudan atas janjinya ketika ia tak mau tunduk kepada Allah SWT saat diperintah bersujud kepada Nabi Adam as.

Pada zaman sebelum manusia menghuni dunia, ia telah bersumpah untuk mempengaruhi dan menggoda manusia agar mereka tersesat dari segala arah.

Kamis, 21 Januari 2016

Terbaru 2020 - Kisah Suami Selama 20 Tahun Tak Pernah Memarahi Istri

Berita Islam

Subahanallah...
Kisah ini bisa dijadikan teladan oleh semuanya bagaimana mungkin ada seorang suami yang tak pernah memarahi istrinya selama 20 tahun bersama.

Apa sebenarnya yang terjadi?
Bahkan sang suami tek perlu lagi memegang rotan untuk memukul istrinya ssebagai hukuman karena ketidaktaatannya, atau mungkin sedang melakukan kesalahan.

Bagaiman kisahnya?

Berikut Kisahnya


Telah diriwayatkan bahwa pada waktu itu, Syuriah Al Qadhi bertemu dengan Asy-Syu'bi. Mereka tampah begitu gembira dan ceria, tak nampak guratan kekesalan.

"Wahai saudaraku, apa rahasianya sehingga membuah wajahmu selalu tampak ceria, "tanya Syuriah.
"Selama 20 tahun ini aku tidak melihat sesuatu yang membuatmu marah terhadap istriku, "jawab Asy-Syu'bi.

"Bagaimana itu bisa terjadi?" kata Syuriah setengan tak percaya.
"Sejak malam pertama aku bertemu dengan istriku. Aku melihat padanya kecantikan yang menggoda dan kecantikan yang sangat luar biasa. Kemudian aku berkata kepada diriku sendiri : Aku akan bersuci dan salat dua rakaat sebagai tanda syukur kepada Allah SWT. Ketika aku salam, aku mendapati istriku ada di belakangku ikut menunaikan salat dengan shalatku dan salam dengan salamku, "jelas Syu'bi.




Istri Salehah


Syu'bi melanjutkan ceritanya bahwa pada suatu hari istrinya menanyakan sesuatu kepadanya.

"Bagaimana pandanganmu bila orangtuaku mengunjungiku?" tanya istriku.
"Aku tidak ingin membuat bosan mertuaku, "jawab Syu'bi.

Sang istri lalu tersenyum dan mengeluarkan pertanyaan lagi.

"Lantas siapa yang engkau sukai dari para tetangga kita untuk masuk ke rumahmu sehingga aku akan mengizinkannya, "tanya istri.
"Bani fulan adalah kaum yang salih dan Bani fulan adalah kaum yang buru, "jawab Syu'bi lagi.

Hingga di penghujung tahun ketika Syu'bi pulang dari majelis Qadha (peradilan), tiba-tiba ada seorang wanita tua di dalam rumahnya.

"Siapa dia? "tanya Syu'bi.
"Dia adalah ipar perempuanku, "jawab istrinya.
"Aku senang bertemu dengannya, "jawab Syu'bi.





Kemudian, Syu'bi duduk berhadapan dengan tamu tersebut. Tak berapa lama kemudian, tamu itu mengucap salam dan dibalas salam pula oleh Syu'bi.

"Bagaimanaendapatmu tentang istrimu, "tanya tamu tersebut.
"Dia adalah sebaik-baik istri, "ujar Syu'bi.

Mendidik Istri


"Ketahuilah, bila kamu meragukan istrimu, maka hendaklah kamu ambil cambuk, "kata tamu itu.
"Tenang wahai ibu, sungguh aku telah mendidik dan mengajari beberapa adab dengan baik dan aku melatihnya untuk hidup secara baik sehingga tidak perlu mencambuknya, "jelas Syu'bi.

Demikianlah cerita yang terdapat dalam Ahkaamun Nisaa' , buah karya Ibnul Jauzi dan Ahkaamul Qura, karangan Ibnul Arabi.

Wallahu A'lam...

Jumat, 01 Januari 2016

Terbaru 2020 - Tujuh Keajaiban Dibalik Kelahiran Rasul

Berita Islam

Rasulullah SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal bertepatan pada tahun Gajah. Lahirnya Rasulullah SAW ini diikuti oleh bebagai macam keajaiban yang mengirinya.

Diantaranya adalah terhalangnya jin dan setan mencuri berita dari langit.

Syeikh Abi Nasru Muhammad bin Abdrurrahman Al Hamdaniy menceritakan dalam kitab "As-Syab'iyyatu Fil Mawa'idih Birritay". Disitu dijelaskan bahwa pada saat Rasulullah SAW lahir, ada tujuh keajaiban yang sangat luar biasa dan tak pernah terjadi sebelumnya.

Apa saja keajaiban yang terjadi ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan ke dunia? Berikut penjelasannya.







1. Ibunda Rasul tidak letih selama mengandung.

Setiap wanita yang mengandung akan merasa letih dan berakibat dari beban yang dikandungnya. Akan tetapi, ibu Rasulullah SAW pada saat mengandung, tidak merasakan letih dari beban kandungannya.

2. Tidak sakit saat melahirkan.

Setiap wanita yang mengandung pasti akan merasa kesakitan di saat melahirkan bayinya.kan tetapi, ibunda Rasul tidak mengalami hal tersebut.

3. Bayi bisa bicara.

Subhanallah...
Pada saat Rasulullah SAW baru keluar dari rahim ibunya, Beliau langsung sujud dengan menghadap Allah Ta'ala, seraya berkata,
"Ummati....Ummati...(umatku...Umatku....)".

4. Sudah dikhitan.

Rasulullah SAW lahir dalam keadan sudah dikhitan.






5. Setan dan jin tak bisa naik ke langit.

Ketika Rasulullah SAW lahir, setan dan jin tak bisa naik lagi ke langit untuk mendengarkan pembicaraan malaikat. Jin dan setan yang mau naik ke atas langit ditolak, tak boleh naik ke langit.

6. Air susu Halimah keluar lagi.

Pada saat Rasulullah SAW lahir, ASI dari Halimah sudah tidak keluar lagi. Namun begitu mulut Rasulullah SAW mendekat, keajaian terjadi, keluarlah air susunya.

7. Ada suara yang keluar dari Ka'bah.

Keajaiban yang terakhir adalah pada saat Rasulullah SAW lahir, maka ada suara yang keluar dari Ka'bah.

Suara tersebut berbunyi,
"Katakanlah tlah datang kebenaran (Islam) dan tidak akan memulai kebatilan, juga tidak akan mengembalikan kekufuran."

Selasa, 01 Desember 2015

Terbaru 2020 - Pertempuran Antara Iblis dan Umar bin Khattab

Berita Islam

Semuanya pasti mengetahui bahwa keahlian dan hobinya Iblis adalah untuk menggoda manusia. Tapi, tahukah kalian bahwa ada seorang manusia digdaya yang paling ditakuti Iblis.

Sampai-sampai ketika namanya saja disebut, maka iblis akan lari tunggang langgang. Tak hanya itu, setiap kali adalah tulisan namanya, iblis lari terbirit-birit seakan tak mau lagi berpapasan dengannya.

Siapakah beliau?
Beliau adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang bernama Umar bin Khattab.

Umar bin Khattab adalah salah satu orang yang mampu mengalahkan setan dalam pertempuran. Beliau adalah salah satu dari empat khalifah yang terkenal tegas, bijaksana dan ditakuti.

Bagaimaan bisa Jin takut dengan sosok Umar bin Khattab? Berikut ini kisahnya.





Kisahnya


Pada suatu hari, di sebuah jalan di kota Madinah, Umar bin Khattab bertemu dengan salah satu jin yang mengaku dirinya paling kuat diantara kawan-kawannya.

Tak berapa lama kemudian, perkelaian pun terjadilah antara Jin dan Umar bin Khattab. Dengan perlawanan yang singkat saja, jin bisa dikalahkan dengan mudah.
Meskipun sudah menerima kekalahan, namun iblis tersebut belum juga putus asa.

Ketika kembali bertemu dengan Umar bin Khattab lagi, Umar bertanya kepada lelaki jin tersebut.
"Kenapa lengan jin itu kurus mirip seperti lengan anjing?"

Jin menjawab,
"Aku adalah jin yang paling kuat diantara jin sebangsaku."

Kemudian jin tersebut menantang Umar bin Khattab karena pada pertarungan pertama, jin kalah dari Umar sehingga ia merasa tidak puas sama sekali.

Akan tetapi, Umar bin Khattab masih terlalu kuat dan tangguh untuk jin tersebut. Jin langsung terkapar setelah beberapa jurus saja.

Jin Dilepas dengan Syarat


Dalam sebuah riwayat, Umar bin Khattab sangat geram dengan ulah jin ini. Sehingga Umar bin Khattab berkata,
"Aku tidak akan melepaskanmu kecuali kalian memberitahukan kepadaku sesuatu yang bisa melindungi dari kalian."



Dengan sangat ketakutan, jin menjawab dengan tegas dan pasti,
"Ayat Kursi."

Karena jin sudah memberitahukan bagaimana cara manusia untuk melindungi diri dari iblis, maka Umar bin Khattab pun melepaskannya.

Sungguh hebat sahabat Nabi SAW yang satu ini, selain disegani oleh manusia, namun juga disegani oleh bangsa jin.